Perbandingan Efektivitas Produk Lebah dan Salep Luka Bakar Terhadap Kecepatan Penyembuhan Luka Bakar Derajat II Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar

Main Article Content

Haris Alwafi
Ayyasi Izaz Almas
Edsel Abi Yazid

Abstract

Pendahuluan: Terapi luka bakar umumnya dilakukan menggunakan salep luka bakar. Namun, produk lebah juga sering digunakan dalam pengobatan luka bakar, diantaranya menggunakan madu, bee pollen, bee venom, royal jelly, dan propolis.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan efektivitas produk lebah dan salep luka bakar terhadap kecepatan penyembuhan luka bakar derajat II pada tikus putih jantan galur Wistar.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan post test only controlled group design terhadap 42 tikus yang dipilih secara random dan dibagi kepada 7 kelompok. Tikus diberi luka bakar derajat II dengan luas 4 cm2 dan diberi perawatan 2 kali sehari selama 14 hari. Pada luka bakar kulit, kelompok P1 diberi olesan madu, P2 diberi olesan bee pollen, P3 diberi olesan royal jelly, P4 diberi olesan bee venom, P5 diberi olesan propolis, P6 diberi olesan bioplacenton, dan K tidak diberi perlakuan sama sekali.
Hasil: Kecepatan penyembuhan diukur dengan menghitung luas penyembuhan luka bakar pada hari ke-7 dan hari ke-14. Penyembuhan daerah luka bakar yang paling cepat adalah dengan pemberian salep luka bakar bioplacenton dengan luas penyembuhan rata-rata pada hari ke-7 sebesar 2,86 cm2 dan pada hari ke-14 sebesar 3,74 cm2. Produk lebah yang paling cepat penyembuhan luka bakarnya adalah propolis dengan luas penyembuhan rata-rata pada hari ke-7 sebesar 2,70 cm2 dan pada hari ke-14 sebesar 3,68 cm2.
Simpulan: Hasil uji statistik ANOVA post hoc LSD pada hari ke-14 setelah perawatan luka bakar, didapatkan pemberian olesan produk lebah (kecuali royal jelly) terhadap luka bakar berpengaruh terhadap peningkatan luas penyembuhan luka bakar derajat II pada tikus putih jantan galur Wistar (p<0,05).

Article Details

How to Cite
Alwafi, H., Almas, A., & Yazid, E. (2020). Perbandingan Efektivitas Produk Lebah dan Salep Luka Bakar Terhadap Kecepatan Penyembuhan Luka Bakar Derajat II Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar. JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia, 6(2), 63-71. Retrieved from https://bapin-ismki.e-journal.id/jimki/article/view/181
Section
Research Article

References

1. Komosinska-Vassev, K., Olczyk, P., Kaźmierczak, J., Mencner, L. and Olczyk, K., 2015. Bee pollen: chemical composition and therapeutic application. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. 2015.
2. Ali, M.A.A.S.M. Studies on bee venom and its medical uses. Int J Adv Res Technol, 1(2), pp.69-83. 2012
3. Bogdanov, S. Royal jelly, bee brood: composition, health, medicine: a review. Lipids, 3(8), pp.8-19. 2011
4. Atika, S. Uji aktivitas propolis dan virgin coconut oil (VCO terhadap penyembuhan luka bakar pada mencit. Disertasi. Padang: Universitas Andalas. 2017
5. Martina, N.R. and Wardhana, A. Mortality analysis of adult burn patients. Jurnal Plastik Rekonstruksi, 2(2). 2013
6. Martyarini, S.A. and Najatullah, N. Efek Madu dalam Proses Epitelisasi Luka Bakar Derajat Dua Dangkal. Disertasi. Semarang: Universitas Diponegoro. 2011
7. Sudiana, I.K., Pangestuti, W. and Lestari, W.T. Comparison of The Effectiveness Between Propolis and Silver Sulfadiazine 1% on Burn Wound Healing. Jurnal Ners, 4(2), pp.128-138. 2017.
8. Hasyim, N., Pare, K.L., Junaid, I. and Kurniati, A. Formulasi dan uji efektivitas gel luka bakar ekstrak daun cocor bebek. Kalanchoe pinnata, pp.89-94. 2012.